Minggu, 21 September 2014

Nostalgia



Hari ini aku mulai terbiasa dengan semua cerita tentang masalalu.
Dari indahnya waktu yg ku habiskan bersama sampai kejutan-kejutan manis di malam-malam penuh keromantisan. Senua hanya cerita layaknya film di bioskop setelah selesai kau menontonnya tak ada yg bisa di lakukan kecuali menceritakannya lagi ke orang yg blm pernah menontonnya atau penasaran dgn ceritanya.
Dulu aku sering menceritakan betapa indahnya, tapi akhirnya aku mulai berfikir ini semua hanyalah nostalgia, dan drama. semua terlihat indah, lalu muncul adegan2 penuh airmata di tutup dgn kisah yg pilu atau bahagia sesuai keinginan sutradara. But In real life we can't make it like what we want.
Cerita cinta yg manisss selalu di akhiri dgn air mata di saat putus dan berakhir bahagia di pelaminan, lalu cerita berubah di saat mereka berkeluarga.
Cerita tetap harus berjalan karena itu adalah kehidupan.dan semua akan berlalu seperti waktu yg tak pernah akan kembali memutar ke belakang.

Jumat, 19 September 2014

Membodohi Diri ku sendiri

Ya ya ya...
Sesosok penyesalan yg kau buat di masalalu harusnya dapat membuat ku bangun dan sadar kalau aku tsk membutuhkan mu lagi tuk ada di sisi ku, tapi mengapa aku tak bsa melupakan dan membuang semuanya begitu saja.
Setiap kau mengirim kan ku pesan aku bahkan tak kuasa tuk membalas bahkan jika aku memiliki nomer HP mu sudah pasti aku tak kuasa tuk mentelephone mu.
Sungguh rasa yg aneh, ketika kekecewaan ku datang dan menghadirkan luka tapi aku tak sanggup menahan hasrat dan rasa ku yg selalu berteriak dalam hati..
"Peluk aku"
"Cintai aku"
"Manjakan aku seperti dulu saat kita bersama"
Tapi semuanya tak mungkin. Hanya bayang-bayang semu yg menerpa dalam ruak hati ku, Bersambut mentari yg menyadarkan aku di kala pagi. Walau cahayanya begitu terang namun aku tak kuasa menahan.

Apa yg kamu punya? Apa yg bisa buat aku selalu merasa hal ini sampai-sampai aku sudah tak bisa berfikir secara rasionalis. aku hanya ingin bahagia itu saja tapi aku tak kuasa tanpa mu, walau aku akui hidup q terasa lebih tenang tanpa hadirmu. Namun di saat tertentu aku merindukanmu hingga menangis.
Sesulit ini kah cara melupakan mu? Aku selalu berfikir "AKU TELAH MEMBODOHI DIRIKU SENDIRI DENGAN CINTA MU"